DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MIPA 

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Studi Akseleratif  sebagai Kiat Prestatif di Kampus dan Dunia Kerja

Studi Akseleratif  sebagai Kiat Prestatif di Kampus dan Dunia Kerja

Oleh : Miftahul Khair,S.Si

Akselerasi, atau percepatan merupakan istilah ilmu Fisika yang menyatakan perubahan (pertambahan) kecepatan persatuan waktu. Suatu  benda yang bergerak  akan makin bertambah cepat kecepatannya apabila ia benda itu memiliki percepatan.  Benda yang jatuh ke bumi berada dalam kondisi kecepatan tertinggi karena benda memiliki percepatan gravitasi.  Benda lain yang tidak memiliki percepatan berarti ia bergerak secara konstan. Benda yang memiliki percepatan dalam gerakannya akan mampu mencapai tujuan dengan lebih cepat, sehingga ia mampu melakukan kompresi waktu.

Terma Percepatan ini apabila kita bawa ke lingkungan perguruan tinggi dan kemudian dunia kerja cukup relevan.  Seorang mahasiswa yang mempunya percepatan akan mampu menyelesaikan studi  3,5 tahun untuk meraih sarjana, sementara rekannya untuk jumlah sks yang sama harus menempuh 4 tahun, 5 atau 6 tahun, hanya untuk mendapatkan derajat studi sarjana yang sama. Artinya si Mahasiswa A telah mampu melakukan kompresi waktu dari masa studinya sehingga  dia bisa menghemat waktu 6 bulan dari umurnya. Kelebihan waktu 6 bulan ini bisa ia gunakan untuk aktifitas lain yang berguna untuk hidup dan masa depannya.

Ir . Cacuk Sudaryanti (alm) pada usia 32 tahun sucah dipercaya memgang jabatan Operational director IBM, sebuah perusaha multinasional produsen komputer. Padahal untuk perusahaan sekaliber IBM, jabatan tersebut biasanya dipercayakan kpada sssssssorang yang sudah berusia 36 tahu-39 tahun. Di usia 34 tahun Cacuk sudaj memegan g jabatran Operational Director di Indosat, da 2 tahun kemudian jabatannya naik 2 tingkat lebh tinggi. Pada usia 38 tahun ia mampu menjadi Dirut Telkom.

Msri kita ambil ilustrasi lagi. Para sarjana yang baru lulus (fresh graduate) saat bekerja di sebuah perusahaan, biasanya akan digaji tahun pertama Rp. 700.000 perbulannya. Sementara pada tahun kedua akan digaji 1 juta. Akan tetapi bagi seorang sarjana B yang memiliki pecepatan, maka tahun pertama di tempat kerja ia mampu bernego dengan pihak pengusaha, sehingga ia digaji 1 juta, tahun kedua karena prestasi kerjanya, digaji 2 juta.  Artinya sarjana B telah melakukan kompressi waktu, sehingga kemampuannya setara dengan sarjana yang telah bekerja 3 tahun, arinya ia telah melakukan kompressi waktu.

Mr. Averageman

    Mr. Averageman, lahir tahun 1901, sewaktu kuliah nilai-nilainya antara C dan D. Kawin dengan dengan nona Medicore tahun 1924, mempunyai seorang anak laki-laki bernama Averageman Jr, dan seorang anak perempuan bernama Baby Medicore. Dia  punya masa masa pengabidian yang tidak baik selama 40 tahun, dan memegang berbagai posisi tidak penting. Dia tak berani mengambil resiko dan memanfaatkan peluang. Dia juga tidak berani mengasah bakat dan terlalu pasif.

    Buku kegemarannya berjudul Non Involvement,: The Story of  Playing It Safe’ (Tiada Keterlibatan,  Sebuah Kisah Bagaimana Tidak Menyusahkan Diri). Hidup selama 60 tahun tanpa punya rencana, tujuan, kemauan, keyakinan dan cita-cita. Pada batu nisannya tertulis : Disinilah makam Mr. Averageman, lahir tahun 1901, wafat tahun 1921, dikebumikan tahun 1964. Dia tak pernah mencoba sesuatu yang baru, harapannya pada kehidupan terlalu sedikit.

    *) Penulis (jaket biru) adalah dosen muda Jurusan Kimia, ditulis 14 Agust 2005, inspirasi tulisan dari Buku Aa Gym, dan bahan pelatihan management trainee di PT Pulau Sambu Kuala Enok, Riau 2002

    Facebook
    WhatsApp
    Twitter
    LinkedIn
    Pinterest

    Leave a Reply

    About Principal
    Admin

    Voluptas feugiat illo occaecat egestas modi tempora facilis, quisquam ultrices.

    Follow us on

    Studi Akseleratif  sebagai Kiat Prestatif di Kampus dan Dunia Kerja