Padang, 17-20 November 2025 — Empat mahasiswa penerima Beasiswa skema Adopsi Akademik (Equilibrium) Departemen Kimia Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan implementasi nyata program capacity building mereka dengan berperan strategis sebagai Master of Ceremony (MC) dan Person In Charge (PIC) dalam sebuah Pelatihan Akademik intensif di kampus.
Keterlibatan aktif ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat kompetensi non-akademik mahasiswa, mencakup kemampuan komunikasi publik, manajerial waktu, problem-solving, dan kepemimpinan, yang vital untuk dunia kerja.
Mengawal Sesi-Sesi Krusial Mengenai Regulasi Halal
Para mahasiswa yang terlibat adalah Putri Ramanda, Febbi Anatasya, Risti Fadillah, dan Irmayanti. Keempatnya dipercaya untuk memandu dan mengawal sesi-sesi krusial pelatihan yang berfokus pada Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), sebuah isu yang sangat relevan dengan disiplin ilmu kimia.
Berikut rincian peran strategis mereka dalam empat hari pelatihan:
- Hari Pertama (17 November 2025):
- Febbi Anatasya dan Irmayanti memandu sesi penting mengenai Regulasi Jaminan Produk Halal dari BPJPH RI serta Konsep Halal-Haram.
- Irmayanti melanjutkan dengan memimpin sesi Pengantar SJPH, sementara Risti Fadillah mengambil alih sesi Implementasi SJPH.
- Hari Kedua (18 November 2025):
- Irmayanti kembali memimpin sesi Titik Kritis Kehalalan Produk Makanan dan Hewan Sembelihan.
- Risti Fadillah mengawal sesi Titik Kritis Kehalalan Produk Farmasi dan Kosmetik.
- Hari Ketiga (19 November 2025):
- Febbi Anatasya bertugas mengawal sesi Titik Kritis Produk Kimia, Biologi, dan Rekayasa Genetik.
- Putri Ramanda memandu sesi Standar Pengujian Laboratorium Halal.
- Hari Keempat (20 November 2025):
- Putri Ramanda mengambil peran utama, mengawal sesi terkait Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tata cara penulisan Laporan Hasil Audit.
“Mereka tidak hanya belajar mengendalikan alur acara, tetapi juga berinteraksi langsung dengan isu-isu sensitif kehalalan produk. Pengalaman ini sangat relevan dengan disiplin ilmu kimia, terutama terkait analisis dan identifikasi titik kritis kehalalan bahan,” jelas Dosen pembina program.
Dengan peran ini, keempat mahasiswa penerima Beasiswa EQuilibrium telah membuktikan bahwa mereka siap menjadi lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis kimia, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk bersaing di kancah profesional.



