Padang, 30 November 2025 – Setelah menghadapi dampak langsung musibah banjir dan menggalang bantuan darurat bagi dosen dan staf yang rumahnya terendam, keluarga besar Departemen Kimia Universitas Negeri Padang (UNP) kini dihadapkan pada kesulitan pasokan air bersih. Gangguan pada layanan PDAM di berbagai lokasi membuat banyak keluarga dosen kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Solidaritas yang telah ditunjukkan sebelumnya kembali menguat, kali ini melalui inisiatif sederhana namun vital dari salah seorang staf, Eka Yusmaita, M.Pdyang menawarkan air sumur pribadinya untuk digunakan bersama.
Air Sumur Pribadi Ditawarkan untuk Kebutuhan Sehari-hari
Melalui grup komunikasi internal departemen, Eka Yusmaita secara terbuka mengundang rekan-rekan sejawatnya yang kesulitan air.
“Assalamu’alaikum wr.wb. Bapak Ibu yang butuh air untuk memasak/mencuci/mandi boleh datang ke rumah Eka. Kami di rumah sehari-hari menggunakan air sumur,” tulisnya, menyertakan alamat rumahnya di Komplek Griya Tabing Sembada Indah Blok C no 2, Koto Tangah, Padang.
Tawaran ini langsung disambut gembira oleh para dosen. Prof. Yerimadesi, salah satu dosen yang mengalami kendala, merespons dengan penuh kelegaan. “Ada air sumur Eka? Di tempat kami belum hidup juga air PDAM. Sudah gerah badan rasanya,” candanya, menekankan betapa mendesaknya kebutuhan air tersebut.
Bu Suryelita, rekan dosen lain, juga mengonfirmasi telah memanfaatkan bantuan tersebut. “Alhamdulillah tadi sempat numpang nyuci, bawa bekal air pulang,” lapor beliau. Eka pun memastikan ketersediaan air sumur di kediamannya untuk dapat digunakan sepenuhnya.
Mendukung Pemulihan Logistik Pasca-Bencana
Inisiatif berbagi sumber daya vital seperti air bersih ini melengkapi upaya bantuan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk penyerahan logistik dan dana darurat oleh pimpinan Departemen Kimia UNP dalam kunjungan lapangan pada hari Sabtu (29/11).
Di tengah situasi pemulihan yang masih berlangsung, di mana fokus utama adalah rehabilitasi tempat tinggal, tindakan berbagi air sumur ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan kekeluargaan di Departemen Kimia UNP berperan krusial dalam mengatasi kesulitan logistik pasca-bencana. Solidaritas internal menjadi penopang utama bagi dosen dan staf untuk kembali normal sambil menunggu pemulihan total layanan publik dan infrastruktur.



