Keberhasilan lulusan dalam dunia kerja merupakan cerminan kualitas akademik sebuah institusi. Kali ini kita akan mengenal salah satu alumni Departemen Kimia Universitas Negeri Padang (UNP) Dipnorita Retno, S.Si yang berhasil dinyatakan lulus sebagai CPNS Pengawas Jaminan Produk Halal di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) penempatan di Padang Pariaman pada seleksi tahun 2024.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kepastian produk halal, peran seorang Pengawas Halal menjadi sangat krusial. Tidak sekadar memahami aspek syariat, posisi ini menuntut kedalaman ilmu kimia untuk membedah titik kritis bahan dan proses produksi. Redaksi Web Kimia UNP berkesempatan berbincang mengenai perjalanan karier, relevansi mata kuliah Kimia di dunia kerja, hingga tantangan profesional yang dihadapi dalam memastikan produk yang beredar di masyarakat benar-benar halalan thayyiban.
Berikut adalah petikan wawancara kami:
Bisa diceritakan bagaimana perasaan Anda saat dinyatakan diterima sebagai Pengawas Halal di BPJPH Padang Pariaman?
Jawaban : Saya sangat bahagia, haru dan sangat bersyukur atas keberhasilan saya telah menyelesaikan proses seleksi CPNS tahun 2024 yang sangat panjang, hingga dinyatakan lulus sebagai CPNS Pengawas Jaminan Produk Halal di instansi BPJPH ini.
Apa motivasi terbesar Anda memilih berkarier di bidang penjaminan produk halal ini?
Jawaban :
Motivasi terbesar saya memilih berkarier di bidang Jaminan Produk Halal adalah berawal dari kesadaran akan pentingnya peran negara dalam menjamin kepastian hukum, keamanan, kehalalan, dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi sehari-hari, khususnya di Indonesia dengan mayoritas muslim.
Sebagai lulusan S1 Kimia, adanya kesesuaian antara latar belakang pendidikan saya di bidang kimia dengan kebutuhan pengawasan bahan dan proses produksi produk halal. Saya menyadari bahwa di balik setiap produk yang dikonsumsi masyarakat terdapat proses dan bahan yang harus dipastikan keamanannya sekaligus kehalalannya. Hal inilah yang mendorong saya memilih berkarier di bidang Jaminan Produk Halal, karena saya ingin ilmu yang saya miliki memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas. Menjadi Pengawas Jaminan Produk Halal bagi saya bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian untuk menghadirkan rasa aman, kepercayaan, dan ketenangan bagi masyarakat terhadap produk yang beredar.
Selama berkuliah di Kimia UNP, adakah mata kuliah tertentu yang menurut Anda paling krusial dalam membantu Anda lolos seleksi atau menjalankan tugas sebagai Pengawas Halal?
Jawaban :
Sebagai alumni S1 Kimia, beberapa mata kuliah yang saya peroleh selama perkuliahan sangat relevan dan berkontribusi langsung dalam mendukung saya dalam menjalankan tugas sebagai Pengawas Jaminan Produk Halal. Mata kuliah Kimia Analitik membekali saya dengan kemampuan memahami metode pengujian, validitas data, dan interpretasi hasil laboratorium, Kimia Organik, Anorganik dan Biokimia membantu dalam menganalisis komposisi serta asal bahan baku yang berpotensi kritis terhadap kehalalan, memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi, penggunaan bahan tambahan, serta potensi kontaminasi produk, yang sangat penting dalam kegiatan pengawasan halal. Secara keseluruhan, bekal keilmuan kimia tersebut membentuk pola pikir ilmiah, ketelitian, dan sikap profesional yang menjadi pondasi utama dalam pelaksanaan tugas pengawasan jaminan produk halal.
Di Kimia UNP terdapat mata kuliah Kimia Halal. Sejauh mana materi kuliah tersebut membantu Anda memahami aspek teknis (seperti titik kritis haram pada bahan kimia) dalam dunia kerja nyata?
Jawaban :
Mata kuliah Kimia Halal sangat membantu dalam memahami aspek teknis kehalalan, khususnya dalam mengidentifikasi titik kritis haram pada bahan kimia, seperti asal bahan baku, proses sintesis, penggunaan pelarut, serta potensi kontaminasi silang dalam rantai produksi. Materi ini menjembatani konsep kimia murni dengan ketentuan syariat, sehingga dalam dunia kerja saya lebih mampu menganalisis bahan dan proses secara objektif, berbasis data ilmiah, serta selaras dengan regulasi Jaminan Produk Halal.
Bagaimana peran laboratorium kimia di UNP dalam mengasah ketelitian Anda yang sekarang dibutuhkan untuk melakukan pengawasan produk?
Jawaban :
Laboratorium kimia di UNP berperan penting dalam mengasah ketelitian dan sikap profesional saya, karena seluruh praktikum menuntut kepatuhan terhadap SOP, ketepatan pengukuran, pencatatan data yang akurat, serta konsistensi terhadap hasil uji. Kebiasaan bekerja secara sistematis dan berbasis bukti tersebut menjadi bekal utama saya dalam menjalankan tugas sebagai Pengawas Jaminan Produk Halal, khususnya dalam menelaah dokumen, mengevaluasi proses produksi, dan memahami hasil pengujian laboratorium secara objektif dan bertanggung jawab.
Banyak orang awam mengira masalah halal hanya soal “tidak ada babi”. Sebagai lulusan kimia, bagaimana Anda melihat peran analisis kimia dalam memastikan suatu produk benar-benar thayyib dan halal?
Jawaban :
Sebagai lulusan kimia, saya memandang bahwa kehalalan produk tidak hanya ditentukan oleh ketiadaan bahan haram seperti babi, tetapi juga oleh asal bahan baku, proses kimia, bahan penolong, serta potensi kontaminasi silang selama proses produksi. Analisis kimia berperan penting dalam menelusuri titik kritis kehalalan, memverifikasi klaim bahan melalui data ilmiah dan hasil uji laboratorium, serta memastikan produk tidak hanya halal secara syariat, tetapi juga thayyib, yaitu aman, bersih, dan bermutu bagi konsumen.
Apa tugas utama seorang Pengawas Halal di tingkat BPJPH daerah seperti Padang Pariaman?
Jawaban :
Tugas utama Pengawas Jaminan Produk Halal di tingkat BPJPH daerah, seperti di Kabupaten Padang Pariaman adalah melakukan pengawasan pelaksanaan Jaminan Produk Halal, meliputi pemantauan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar dan regulasi halal, pemeriksaan dokumen dan proses produksi, melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada pelaku usaha, serta pelaporan hasil pengawasan sebagai bagian dari upaya menjamin kehalalan produk yang beredar dan diperjualbelikan.
Selain pemahaman akademik, soft skill apa yang menurut Anda wajib dimiliki oleh seorang pengawas atau auditor halal?
Jawaban :
Selain pemahaman akademik, seorang pengawas atau auditor halal wajib memiliki ketelitian dan integritas yang tinggi, karena setiap keputusan harus berbasis data dan berdampak pada kepercayaan publik. Kemampuan komunikasi yang baik juga sangat penting untuk menjelaskan aspek teknis halal kepada pelaku usaha, baik secara persuasif maupun edukatif. Di samping itu, dibutuhkan sikap objektif, kemampuan analisis kritis, disiplin terhadap SOP, serta etika profesional, agar proses pengawasan berjalan adil, konsisten, dan akuntabel.
Apa saran Anda bagi adik-adik mahasiswa Kimia UNP yang tertarik mengambil jalur karier serupa di BPJPH atau Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)?
Jawaban :
Saran saya, untuk adik-adik mahasiswa Kimia UNP perlu memperkuat dasar keilmuan kimia, khususnya kimia analitik, organik, dan kimia halal, karena sangat relevan dengan pemeriksaan bahan dan proses produksi. Selain itu, latih ketelitian, integritas, dan kemampuan komunikasi, karena pengawasan halal tidak hanya menuntut kecakapan teknis tetapi juga kemampuan menjelaskan dan membina pelaku usaha. Manfaatkan kesempatan magang, pelatihan halal, serta sertifikasi pendukung sejak dini agar memiliki gambaran nyata dunia kerja dan kesiapan bersaing untuk berkarier di BPJPH ataupun LPH.
Sebagai alumni, apa harapan Anda untuk pengembangan kurikulum atau kegiatan di Departemen Kimia UNP agar lulusannya semakin kompetitif di industri halal nasional?
Jawaban :
Sebagai alumni, saya berharap Departemen Kimia UNP terus memperkuat kurikulum kimia halal yang aplikatif, selaras dengan regulasi Jaminan Produk Halal dan kebutuhan industri. Pengembangan praktikum berbasis studi kasus halal, kerja sama dengan BPJPH, LPH, dan industri halal, serta pembekalan sertifikasi, audit halal, dan regulasi sejak mahasiswa akan sangat membantu. Dengan demikian, lulusan Kimia UNP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dan bersaing di industri halal nasional.





