Padang, 11 Juni 2025 – Mahasiswa Departemen Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang sukses menyelenggarakan workshop edukatif bertema “Stres: Kenali, Hadapi, Atasi” sebagai bagian dari proyek akhir mata kuliah Public Speaking Kependidikan yang dibimbing oleh Ibu Fitri Amelia S.Si., M.Si., Ph.D dan Ibu Dwi Finna Syolendra M.Pd
. “Workshop yang berlangsung di Gedung Perkuliahan FMIPA ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa tentang stres yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik yang bersumber dari tekanan akademik, lingkungan sosial, maupun masalah pribadi” ujar Nurul Fauziyah selaku Ketua Pelaksana Kegiatan. Fauziyah menambahkan, peserta juga dibekali dengan strategi praktis untuk mengelola dan mengatasi stres melalui pendekatan psikologis dan teknik relaksasi.
Kenali stress merupakan materi pertama yang disampaikan oleh Nurul Fauziyah. Sinyal stress akan diterima oleh hipotalamus yang ada di otak, yang akan mengalami berbagai proses sehingga akhirnya akan menghasilkan kortisol oleh kelenjar adrenal yang berperan sebagai pencetus berbagai reaksi tubuh ketika stress. Fauziyah menjelaskan ada berbagai gejala stress yang umumnya terjadi pada mahasiswa yang tergolong dalam tiga aspek yaitu psikologis, fisik dan perilaku, ujarnya. Seperti si X yang awalnya ceria tiba-tiba menjadi murung dan tertutup, atau Si Y yang semula rapi dan segar mendadak urakan dan raut wajahnya sura, tambahnya.
Setelah mengenali gejala stress, peserta di ajak berdiskusi mengenai cara menghindari terjadinya stress oleh Bulkaisa sebagai pemateri kedua. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stress yaitu time management, mengenal kuadran waktu, membuat to do list dan time bloking, serta membangun rutinitas yang seimbang, papar Bulkaisa. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak untuk berdiskusi terkait penggolongan beberapa aktifitas yang biasa dilakukan oleh mahasiswa ke empat kuadran waktu.
Azzahri Jannah melengkapi materi tentang mengatasi stress dengan cara mindfulness, dimana otak akan mengaktifasi prefrontal cortex untuk meningkatkan serotonin dan endorphins yang akan membuat tubuh lebih rileks, ungkap Azzahri. Aspek yang perlu dip[erhatikan dalam mindfulness yaitu makanan, pernapasan, dan pikiran, tambahnya. Peserta aktif dalam diskusi dan praktek mindfulnes.
Sebagai salah satu dosen pembimbing mata kuliah Public Speaking Kependidikan, Dwi Finna Syolendra, M.Pd me-apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena panitia inti sudah berhasil merancang program kegiatan, menyusun draf materi serta melaksanakan workshop secara matang. Beliau juga menekankan pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan mental mahasiswa yang kerap terabaikan. Beliau juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya berakhir sebagai tugas akademik, tetapi menjadi langkah kontribusi nyata mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang mahasiswa dari berbagai latar belakang, mencakup lintas jurusan, fakultas, dan bahkan universitas lain, seperti Universitas Andalas dan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Hal ini menunjukkan bahwa isu stres merupakan persoalan umum yang dialami oleh banyak mahasiswa, tanpa memandang asal institusi.
Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh partisipasi, dan mendapatkan respons positif dari peserta. Banyak di antara mereka menyampaikan bahwa workshop ini memberikan wawasan baru serta menjadi ruang berbagi yang menyenangkan dan mencerahkan.






