PADANG – Dosen Departemen Kimia, Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D., kembali mendapatkan apresiasi atas prestasinya. Beliau dinobatkan sebagai penerima Anugerah LPTNU 2026 dalam kategori Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Berpengaruh. Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Surabaya pada 10 Maret 2026, sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa beliau dalam pengembangan teknologi halal di tingkat global dan nasional.
Apresiasi datang dari jajaran pimpinan di lingkungan Departemen Kimia UNP. Ketua Departemen Kimia, Budhi Oktavia, Ph.D., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Hebat pak 👍🏻👍🏻,” tulis Budhi Oktavia, Ph.D., memberikan apresiasi singkat namun penuh makna atas dedikasi Prof. Irwandi yang terus mengharumkan nama departemen di kancah nasional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Prof. Dr. Desy Kurniawati, M.Si., juga turut memberikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi kolega sejawatnya tersebut.
“Alhamdulillah.. Barakallah… selamat Pak Prof… Mantap Prof.. Semoga Prof sehat dan sukses selalu. Aamiin..🤲,” ungkap Prof. Desy Kurniawati.
Bagi sivitas akademika, Prof. Irwandi Jaswir bukan sekadar peneliti kelas dunia, melainkan pendidik yang rendah hati. Di Departemen Kimia, beliau aktif mengampu mata kuliah Kimia Halal, di mana beliau mentransfer pengalaman riset internasionalnya langsung kepada mahasiswa.
Beberapa kontribusi strategis beliau di lingkungan UNP meliputi:
- Penguatan Kurikulum: Menjadikan Kimia Halal sebagai mata kuliah pembeda yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
- Inisiator Halal Center: Menjadi motor penggerak berdirinya Pusat Kajian Halal UNP yang kini telah berkembang pesat menjadi UPT Halal Center.
- Sinergi Internasional: Menginisiasi kerja sama Korea–UNP Halal Certification Authority (KUHCA) yang memperluas jejaring sertifikasi halal hingga ke Korea Selatan.
Penghargaan dari LPTNU ini didasari atas temuan-temuan Prof. Irwandi dalam Bidang Teknologi, khususnya metode deteksi cepat kontaminan non-halal. Inovasi ini dinilai sangat krusial dalam memperkuat sistem Jaminan Produk Halal (JPH) serta memberikan perlindungan bagi konsumen Muslim di seluruh dunia.
Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui ilmu kimia.




