Padang, 30 November 2025 – Pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Padang dan merusak infrastruktur di wilayah Sumatera Barat, Universitas Negeri Padang (UNP) secara resmi memperpanjang masa perkuliahan daring (online). Keputusan ini dikeluarkan melalui Surat Pemberitahuan Nomor 3270/UN35/EP/2025 yang diterbitkan pada 29 November 2025.
Semula, perkuliahan daring telah ditetapkan berlaku dari 28 s.d 30 November 2025. Namun, mengingat besarnya dampak bencana, termasuk kerusakan infrastruktur jalan, pihak universitas memutuskan untuk memperpanjang kebijakan ini hingga 6 Desember 2025.
Surat yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt, ini ditujukan kepada seluruh Dekan/Direktur Sekolah, Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan Mahasiswa Universitas Negeri Padang.
Kerusakan dan Krisis Internal Civitas Akademika
Keputusan perpanjangan perkuliahan daring ini sejalan dengan kondisi internal di lingkungan civitas akademika UNP, khususnya di Departemen Kimia yang mengalami dampak langsung dan serius.
- Setidaknya lima orang dosen dan staf Departemen Kimia dilaporkan menjadi korban banjir, dengan empat rumah terendam dan satu tempat tinggal (kos) dosen, Dr. Arif Juliari, di Pasar Baru, Pauh, dilaporkan hancur rata dengan tanah.
- Pascabanjir, sejumlah dosen juga menghadapi krisis air bersih akibat gangguan layanan PDAM, yang diatasi melalui inisiatif solidaritas, di mana Dosen Eka Yusmaita menawarkan air sumur pribadinya untuk kebutuhan memasak dan mandi rekan-rekannya.
- Pimpinan Departemen Kimia telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi musibah pada Sabtu (29/11) untuk menyalurkan bantuan awal dan memvalidasi data kerusakan sebagai langkah pengajuan bantuan lebih lanjut kepada rektorat.
Kegiatan Akademik Tetap Berjalan
Meskipun perkuliahan tatap muka dihentikan sementara, surat pemberitahuan dari UNP menegaskan bahwa kegiatan akademik di lingkungan Universitas Negeri Padang tetap berlangsung sesuai kalender akademik yang telah ditetapkan.
Seluruh civitas akademika Universitas Negeri Padang diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, dan tetap memperhatikan situasi di lingkungan masing-masing. Perpanjangan masa perkuliahan daring ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi dosen, staf, dan mahasiswa untuk fokus pada pemulihan diri dan lingkungan pasca-bencana.



